Gutha Tamarin, Sang Pengganti Parafin dalam Metode Batik

Gutha Tamarin, Sang Pengganti Parafin dalam Metode Batik

Batik bagaikan peninggalan adat bumi pantas diwariskan pada angkatan penerus. Cuma saja, metode pewarnaan pada kain ini memiliki cara cukup jauh serta menyantap bayaran tidak sedikit. Tidak cuma itu, seorang pula butuh menguasai manajemen spesial buat mengatur kotoran dari cara pewarnaan serta pencucian batik.

Beranjak dari bermacam perkara itu, Niken Apriani, guru SMP N 3 Cimahi, kemudian mengangkat perihal terkini. Beliau memilah memakai tamarin ataupun abuk bulir asam bagaikan pengganti malam ataupun parafin yang lazim dipakai dalam cara membatik. Guru seni muka ini juga senantiasa dapat mengarahkan metode membatik pada siswa- siswinya dengan materi yang gampang dijangkau serta gampang digarap.

” Gutha tamarin itu materi perenggang pengganti malam ataupun parafin pada metode batik. Gutha itu sebutan dalam bumi seni muka. Jika aku lebih senang gunakan sebutan burtam, bubur tamarin,” ucapnya di tengah workshop metode gutha tamarin di Galeri Nasional Indonesia, Selasa( 8 atau 8).

Amati pula: Menelusuri Macam Corak Batik Dikala Idulfitri Betawi

Biasanya, abuk bulir asam ini dipakai para pembatik buat memekatkan corak. Niken terpikir buat berupaya memakai bubur tamarin buat mengambil alih parafin. Parafin ataupun malam lazim dipakai buat membuat pola pada kain sekalian berikan perenggang ataupun pembatas supaya pada dikala cara pewarnaan, corak tidak teraduk ataupun pergi dari pola.

Niken berkata, abuk bulir asam ini bisa ditemui di gerai- gerai yang sediakan perlengkapan serta materi membatik. Penggunaannya juga gampang. Lumayan aduk abuk bulir asam dengan sedikit mentega serta air panas. sehabis jadi adukan yang kira- kira kalis serta tidak sangat pekat, masukkan ke dalam plastik, serta ikat. Gunting akhir plastik kemudian gutha tamarin sedia dipakai. Apabila dibanding dengan metode membatik pada biasanya, plastik ini bagaikan pengganti canting buat membubuhkan malam pada kain.

Ramah Lingkungan

Cara membatik dengan gutha sesungguhnya tidak jauh berlainan dengan membatik pada biasanya. Langkah awal, tutur Niken, merupakan mempersiapkan kain, yang tidak wajib serat alam, contoh katun serta sutera. Seorang pula dapat memakai serat bikinan ilustrasinya polyester. Pasang pada bingkai kusen. Bikin pola ataupun coretan dengan pensil yang lunak, mulai 6B hingga 8B.

Amati pula: Solo Batik Carnival Berbimbing Partisipan Jember Mode Carnaval

Setelah itu, bikin outline dengan gutha tamarin. Yakinkan pola tertutup dengan gutha sebab bila ada lubang sekecil apapun, hingga corak bisa menyeberang pola serta berbaur dengan corak lain. Jemur pola yang telah jadi. Sehabis kering, mulailah memberi warna. Penentuan perona tergantung pada kain yang dipakai.

” Gutha tamarin tidak terbatas pada tipe kain khusus. Perona dicocokkan saja. Jika serat bikinan gunakan perona dispers. Serat alam dapat dari perona natural contoh kunyit, daun suji ataupun perona tipe reaktif, dengan merek bisnis terdapat remasol, wantex,” nyata Niken.

Pewarnaan juga gampang dicoba. Niken berkata, seorang bisa memberi warna seperti lagi melukis. Lumayan berbekal kuas serta daya cipta menggabungkan corak. Cara selanjutnya merupakan mengukus, sesuatu tahap istimewa membatik dengan gutha tamarin. Kain yang telah diwarnai diberi susunan harian, bagus di atas ataupun di bawahnya. Bekuk menyamai kipas, kemudian gulung. Balut kembali dengan alumunium foil, handuk ataupun kain bersih. Perihal ini buat menghindari uap air dikala cara pengukusan tidak terserap oleh kain.

Sehabis 10- 12 cara pengukusan, ambil serta perkenankan dingin. Terkahir, mencuci kain dengan detergen ataupun sabun lain buat melenyapkan gutha. Tidak terdapat ketentuan spesial buat penjemuran. Niken mengatakan, tidak semacam kain batik yang tidak bisa dijemur di dasar amat cahaya mentari, kain dengan metode gutha tamarin ini tidak permasalahan dijemur di dasar cahaya mentari langsung.

Amati pula: Ladang Rempah Indonesia Jadi Subjek Darmawisata di Belanda

” Profit dari pemakaian gutha tamarin ini merupakan go green ataupun ramah area, sebab bahannya sendiri dari abuk bulir asam,” tuturnya.

Tidak hanya itu, metode ini tidak meninggalkan kotoran semacam pada cara membatik yang butuh mencelupkan kain pada dikala cara pewarnaan. Tidak terdapat air yang terbuang melainkan pada dikala pencucian.

Cuma saja, terdapat kelemahan- kelemahan dalam metode gutha tamarin. Gutha tamarin tidak sanggup membekuk perinci ataupun profil yang kecil. Tidak semacam metode membatik dengan malam ataupun parafin, gutha gampang diterapkan pada profil ataupun corak besar. Bila kombinasi gutha sangat pekat, corak sedang bisa teraduk ataupun melampaui pola. Niken meningkatkan, bila kombinasi sangat cair juga begitu, alhasil berarti buat membenarkan kombinasi dapat cocok.

Biarpun begitu, Niken beriktikad kalau dengan metode gutha tamarin ini, guru- guru di sekolah lain bisa senantiasa mengarahkan metode membatik pada siswa- siswinya.

” Ini bisa meningkatkan alat penataran dengan pengganti lain. Materi tidak susah, tidak membuang kotoran berlebih,” ucapnya.

Baca juga : Solusi pesan pabrik batik dengan motof costum

Tinggalkan komentar

Telepon
Whatsapp